Author by :PatriciaEdward
Title: I Can't Reach You
Editing by : Jung Mi Na
Genre : Angst, supernatural, exo, Kray, romance
Main Cast :
Zhang Yixing
Wu Yifan
Kim Hyoyeon
Wu Yifan
Kim Hyoyeon
Semoga dibaca yaa!!!! Please enjoy~
Terima kasih sebesar -besarnya untukmu Tricia>.<
Terima kasih sebesar -besarnya untukmu Tricia>.<
PatriciaEdward (Author) note :
"Mungkin ini akan update lumayan lama, tapi tetap dibaca yap ^^, Gamsahabnida Korea fanfiction and Jung Mi Na and Kim Woo Na
>.<,
love&hug for readers by
"Mungkin ini akan update lumayan lama, tapi tetap dibaca yap ^^, Gamsahabnida Korea fanfiction and Jung Mi Na and Kim Woo Na
love&hug for readers by
PatriciaEdward
-*-*-
Ketika kedua orang tua Yifan keluar dari ruangannya, dia mendorong Hyoyeon dari pelukannya dan memastikan jika orang tuanya sudah tidak di sekitar kantornya atau setidaknya sekitar ruangannya. Ketika sudah tidak ada tanda – tanda sedikitpun dari mereka, pria itu menghela nafas dan melirik kearah wanita blonde yang tengah tersenyum manis padanya.
Wajah manis yang ia tunjukkan pada wanita itu langsung sirna begitu saja. Senyum milik wanita itu seketika juga berubah menjadi senyuman sendu seraya menundukkan kepalanya. Dia sudah tau kalau senyuman itu hanyalah topeng semata.
“Apa yang kau inginkan Hyoyeon ?”Tanya Yifan seraya mendekati Hyoyeon
“Maaf Yifan aku tidak bermaksud mengganggu kamu, tapi orang tuamu memaksaku untuk menemuimu terus”Hyoyeon menunduk ketika melihat mata Yifan yang terlihat sangat dingin.
“Ku kira kau ingin menemuiku atas kemauanmu”
“Yifan… kau ini tunanganku, tidak seharusnya kau berbicara seperti itu”Jawab Hyoyeon lirih dan menatap sendu tunangannya itu.
“Ini hanya sebatas status Hyoyeon, ini kesekian kalinya aku mengatakan padamu kalau aku tidak akan menganggapmu sebagai tunanganku”Hyoyeon sudah sering mendengar kata – kata itu dari pria dihadapannya tapi setiap ia mendengarkannya seperti ada batu besar yang menghatamnya, begitu sakit.
“Aku tau… tapi bisakah kau membuka hatimu sedikit saja untukku ?Bukankah dia selalu berkata, jika ada sesuatu menyakitkan dihari lalu maka kau harus membiarkannya seperti air mengalir dan jangan pernah membiarkannya kembali ?”Suara Hyoyeon terdengar parau meski ditelinga Yifan terdengar seperti mengejek.
“Jadi maksudmu aku harus melupakan Yixing ?!”
“Bu.. bukan itu maksduku, ka-“
“Jika Yixing mendengar ini,dia pasti akan tertawa”Yifan tertawa pahit dan mengalihkan pandangannya.
Hyoyeon tau betapa besarnya cinta Yifan untuk Yixing, ia tau ia egois, ia tau kalau Yixing akan membencinya tapi dia bingung harus melakukan apa. Dia tidak ingin mengecewakan harapan kedua orang tuanya, dia juga telah melakukan hal yang sangat fatal dan hanya ada kata penyesalan yang selalu terucap.
“Kenapa kau tidak membuat dirimu berguna dan jangan ganggu aku. Lebih baik kau pergi sekarang, aku lelah”Hyoyeon tersadar dari lamunannya mendengar suara berat Yifan yang terkesan dingin.
“Orang tuamu akan curiga kalau aku pergi sekarang”Kata Hyoyeon lembut tapi itu malah membuat Yifan menggerutu dan membuat wanita cantik itu menundukkan kepalanya.
“Kalau begitu kau duduk disana saja, jangan berisik dan jangan ganggu aku. Saat ini aku sedang banyak pekerjaan”Yifan menunjuk sebuah sofa berwarna hitam yang letaknya sekitar 2 meter dari meja kerja milik tunangannya itu.
Hyoyeon mengangguk dan melangkah dengan hati yang terluka dan perih. Rasanya ia ingin menangis dan memohon pada kedua orang tuanya untuk membatalkan pertunangan ini. Tapi ia tidak bisa, ia terlalu takut menghadapi kenyataan, ia terlalu takut menghadapi kenyatann tentang apa yang telah ia lakukan selama ini.
Dan saat ini yang bisa ia lakukan hanyalah menahan rasa sakit dan air mata yang hampir setiap hari selalu menemani harinya. Dia masih beruntung karna orang tuanya dan orang tua Yifan selalu mendunkungnya.
Dia tidak membayangkan bagaimana menjadi Yixing. Dia iri dengan pria manis itu, meski dia sangat terluka tapi pria itu tidak akan pernah menyerah dan selalu tabah berusaha meyakinkan kedua orang tua Yifan kalau dia dapat membahagiakan dan selalu ada untuknya saat sulit maupun senang.
Hyoyeon sangat ingin memiliki sifat seperti apa yang dimiliki oleh Yixing. Sangat tegar dan tidak ingin orang lain melihat penderitaannya.
Bayangkan saja, pria itu selalu mendapat olokkan dari orang terdekat Yifan bahkan kedua orang tua Yifan yang selalu membedakan derajatnya dengan Yifan. Tapi dia selalu tabah dan tersenyum menutupi semua penderitaan itu untuk orang yang sangat dia cintai.
Yixing selalu memberikan kenyataan yang ia miliki pada Yifan meski kenyataan itu sangat dibenci oleh kedua orangtua kekasihnya itu. Tidak seperti Hyoyeon yang selalu seperti boneka untuk orang tua Yifan dan orang tuanya ditambah lagi dosa dan dusta selalu menyelimuti kehidupannya yang sangat menyedihkan untuk urusan cinta.
Hyoyeon merebahkan kepalanya dan terlintas wajah Yixing yang terlihat begitu sedih dan terluka melihatnya sudah bertunangan dengan kekasihnya itu. Raut wajahnya yang selalu tersenyum dan tertawatapi dibayangnya hanya ada butiran air mata yang terus keluar dari iris coklat milik Yixing dan membasahi kedua pipi tirusnya.
‘Aku tau aku sangat bodoh dan berdosa. Kau tidak pantas menganggapku sebagai sahabat Xing’
Tanpa sadar butiran air mata keluar dari kedua mata indah milik Hyoyen yang sedari tadi ia tahan. Dia sangat jahat, sungguh jahat! Tega – teganya dia menghancurkan harapan yang sudah Yixing bangun dengan susah payah selama ini.
Hyoyeon menghela nafas beratnya dan melirik kearah Yifan yang tengah berkutat dengan laptop dan lembaran – lembaran kertas yang terlihat membuatnya frustasi. Tiba – tiba kejadian 4 bulan yang lalu terngiang dikepalanya membuat hatinya semakin hancur membayangkan betapa histerisnya Yifan melihat jasad Yixing yang sudah tak bernyawa tepat dihadapannya.
Dan betapa terluka dan terpukulnya pria tampan itu melihat Yixing disemayamkan bahkan ia hampir saja pingsan melihat pemandangan dihadapannya pada saat itu. Hampir 1 bulan penuh Yifan menyesal dan menyalahkan dirinya atas kejadian Yixing dan sesekali menyalahkan kedua orangtuanya karna menunda – nunda pernikahannya dengan Yixing.
‘Seandainya Appa dan Eomma tidak terus menerus mencoba memisahkanku dengan Yixing, pasti saat ini kami sudah bahagia!!’Hyoyeon ingat betul bagaimana ekspresi wajah Yifan yang terlihat begitu depresi.
Hyoyeon sangat menyayangi Yifan maka dari itu sebenarnya ia tidak sepenuhnya rela melihat Yifan terlihat begitu bahagia bersama Yixing tapi disisi lain ia ingin Yifan terus berbahagia meski bukan karnanya.
Semua itu membuatnya bingung tapi semuanya telah berubah. Dia yakin Yixing sudah tenang di sana di pelukan Tuhan karna menurutnya Yixing sangat pantas hidup disana tidak seperti wanita bedosa sepertinya tapi kenyataannya Yixing masih harus menjalani suatu hal yang membuatnya dapat kembali.
“Ku kira kau sudah bisa kembali sekarang”Hyoyeon tersadar dari lamunannya setelah merasa pundaknya ditepuk dengan suatu barang seperti majalah. Dia mendongak dan terlihat Yifan hanya menatapnya dingin, dia langsung buru – buru menghapus jejak air mata yang tadi keluar begitu saja seraya berdiri.
“Untuk apa kau menangis ?”Tanya Yifan dingin dan membuat wanita dihadapannya menghentikan aktivitasnya yang sedang merapikan tasnya.
“Ti.. tidak, debu masuk kedalam mataku”
“Aku tau kau sedang membayangkan Yixing”Ujar Yifan yang membuat Hyoyen membelalakan matanya dan langsung menunduk melihat ekspresi wajah Yifan yang semula dingin berubah menjadi sendu menatap kakinya dengan tatapan kosong.
“Hanya sekedar membayangkan hal menyenangkan yang kami lalui”Jawab Hyoyeon dengan senyum yang membuat luluh hati orang – orang yang melihatnya tapi tidakuntuk Yifan.
“Aku akan pergi sekarang, maaf kalau aku mengganggu pekerjaanmu, saranghaeyo”Kata Hyoyeon seraya mendekati wajah Yifan untuk memberikan kecupan singkat dipipi pria dihadapannya itu, tapi Yifan malah memalingkan wajahnya dan berjalan mundur.
Hyoyeon hanya bisa tersenyum pahit dan berjalan menuju pintu. Sebelum ia berjalan keluar, ia sempat menengok kearah Yifan yang tengah tertunduk.
“Mian Yifan-ah, saranghaeyo”Kata Hyoyeon pelan dan menitikkan air mata seraya keluar dan menutup pintu itu meninggalkan Yifan yang menatap kepergiannya.
Yifan terdiam melihat pintu dihadapannya tertutup dan sekarang dia hanya seorang diri meski sebanyak apapun orang disekitarnya ia akan selalu merasa kesepian. Mungkin banyak orang disekitarnya tapi hatinya selalu kosong setelah kepergian Yixing.
Dia merasa hidupnya sudah tidak berarti lagi, dia merasa setengah jiwanya telah direbut secara paksa, dia ingin mengembalikan jiwanya yang hilang itu. Tapi apa yang bisa ia lakukan saat ini ? Menyesal ?Hanya akan membuat Yixing tambah terluka. Yixing sangat benci orang yang menyesal karnanya.
Dia tidak mungkin menyakiti Yixing dengan terus menyesal karnanya. Hatinya begitu sakit mendengar nama Yixing ditambah lagi jika ada seseorang yang memaksanya untuk melupakan Yiixng. Tsk ! mereka tidak tau seberapa rasa cintanya untuk Yixing dan mereka hanya mengira kalau melupakan seseorang yang sangat disayangi mudah dilupakan.
“Maafkan aku Yixing”Ucap Yifan pelan seraya mengambil foto Yixing di mejanya yang tengah tersenyum manis bersamanya tapi dimata Yifan seperti terlihat buliran air mata yang terus mengalir serta tatapan kekecewaan yang tidak bisa dipungkiri.
“Kenapa kau harus hadir dikehidupanku yang malah membuat kehidupanmu yang sangat nyaman menjadi penuh dengan luka ?Seandainya seperti ini, mungkin lebih baik kita tidak dipertemukan”Kata Yifan seraya mendekap foto itu dalam pelukannya seakan yang ia peluk adalah Yixing sendiri.
.
.
.
.
.
Beberapa Tahun yang Lalu…
Yifan berjalan menyusuri lorong luas tidak memperdulikan suara para siswi lainnya berbisik atau sesekali merasa gemas melihatnya. Dia terus berjalan sampai…
BRUK!!
“Yya!! Kau punya mata tidak ?!”Seseorang menabraknya dan membuat seluruh buku yang orang itu bawa berserakan dilantai. Terlihat seorang pria manis berambut hitam yang tengah mengambil bukunya sambil mengomel.
“Seharusnya kau minta maaf bukan hanya menatapku seperti itu!”Gerutu pria itu seraya mendongak menatap Yifan dengan wajah kesalnya. Yifan membeku melihat wajah pria ini begitu cantik dan imut.
“Kau yang menabrakku duluan!”Kata Yifan seraya mengambil buku pria itu.
“Kenapa jadi kau yang marah ?!”
“Kau memang menabrakku duluan kok!!”Pria itu mengembungkan pipinya menahan amarah dan malah membuat Yifan gemas.
“Yya!! Sakit!!! Apa yang kau lakukan ??!”Pria itu meringis dan menghempaskan tangan Yifan yang mencubit pipinya dengan keras dan tidak lupa untuk memukul pria tampan dihadapannya.
“Mian hehehe, kau membuatku gemas. Ngomong – ngomong siapa namamu cantik ?”
“C-CANTIK!!! Kau tidak tau berhadapan dengan siapa Tuan!!!”Teriak pria itu sambil memukul berkali – kali tubuh Yifan dengan buku yang ia bawa membuat seluruh siswa menatapnya dan para siswi tersenyum geli melihat wajah pria itu memerah.
“Ouch! Ouch! Sakit!”Tidak tunggu aba – aba lagi pria manis itu berlari meninggalkan Yifan dengan wajah memerah serta terus menerus mengerucutkan bibirnya.
“Hyung!”Yifan membalikkan tubuhnya dan melihat seorang pria berkulit putih susu melambaikan tangannya.
“Sehun ?”
“Akhirnya kau sampai, tadi kau kenapa dengan Yixing ?”
“Jadi dia namanya Yixing ?”
“Ne! Zhang Yixing, masa kau tidak tau, dia sahabat Hyoyeon”Jawab Sehun dan mendapat anggukandari Yifan
“Menurutku dia akan cocok jika bersamamu, Hyung”
“Ku harap juga begitu”Yifan tertawa dan Sehun hanya menggelengkan kepalanya.
“Kalau yang cantik pasti kau tidak akan menolak”Mereka tertawa bersama dan Yifan merangkul pundak Sehun seraya berjalan meninggalkan tempat itu.
.
.
.
BRUK!!
Yixing membanting buku yang ia bawa dan membuat Hyoyeon yang disampingnya tersontak kaget.
“Kau ini kenapa ? Seperti bertemu dengan musuh saja”Kata Hyoyeon seraya menatap wajah sahabatnya yang memerah. Dia sudah yakin, kalau wajah Yixing mulai merah berarti dia bertemu dengan orang yang membuatnya kesal.
“Lihat pembalasanku nanti!! Urgh!”Hyoyeon memutar bola matanya dan kembali tertuju pada buku yang ia baca tapi bel berbunyi dan dia berdiri kembali ke meja miliknya meninggalkan Yixing yang masih menggerutu.
“Tenang semuanya, kita punya teman baru. Ayo perkenalkan dirimu”Tiba –tiba seonsaengnim datang dengan seorang pria blonde dan membuat Yixing membelalakan matanya.
“annyeonghaseyo Wu Yifan imnida”Kata Yifan seraya membungkukan tubuhnya dan membuat Yixing semakin geram.
“Baiklah Tuan Wu, kau boleh duduk dimanapun kau mau si-, Tuan Zhang, ada yang salah ?”Tanya seonsaengnim yang membuat Yifan melihat orang yang dituju olehnya.
“Boleh aku duduk disebelah Yixing ?”Tanya Yifan yang membuat Yixing membulatkan matanya.
“Tentu, silahkan duduk”Yixing menggerutu mendengar jung-seonsaengnim mempersilahkan Yifan duduk disebelahnya.
“Annyeong, Yifan imnida”Kata Yifan seraya mengulurkan tangannya. Yixing melihat tangan Yifan sejenak dan membalasnya
“Yixing imnida”
“Nih”Yifan menyodorkan buku bersampul putih yang Yixing cari.
“Bagaimana bisa ditanganmu ?”Tanya Yixing bingung
“Tadi ketika aku akan mengembalikannya, kau sudah kabur begitu saja”Yifan mengalihkan pandangannya dan fokus ke seonsaengnim yang mulai mengajar dan tak melihat kalau Yixing tengah tersenyum manis padanya.
“gamsahabnida”Kata Yixing lembut yang membuat Yifan membelalakan matanya melihat betapa manisnya Yixing tersenyum seperti itu, dia merasa sangat nyaman berada di dekat Yixing, padahal ini baru pertama kalinya mereka bertemu.
‘ternyata dugaanku salah tentang Yifan, dia pria yang baik’Kata Yixing dalam hati sambil menggeleng – gelengkan kepalanya.
Semenjak kejadian itu mereka menjadi sangat dekat meski pada awalnya pertemuan mereka sangat tidak indah tapi itu bukan alasan Yixing dan Yifan untuk terus bermusuhan sampai akhirnya Yifan mengungkapkan perasaannya pada Yixing dan memberitau ini pada kedua orang tuanya.
Tapi kenyataannya kedua orang tua Yifan sangat tidak menyukai ini dan bertepatan diwaktu yang sama, Yifan dijdohkan oleh Hyoyeon, tapi karna Hyoyeon tau kalau Yixing adalah kekasihnya Yifan jadi dia membatalkan semua perjodohan itu.
“Tapi appa !! Aku mencintai Yixing!!”
“Kau mencintainya ??!! Bukalah matamu Wu Yifan!! Dia berbeda dengan kita!!”Teriak Tuan Wu seraya menatap sinis Yixing yang tengah tertundukmenahan air mata.
“Maaf kalau kedatanganku hanya membuat buruk, Aku akan pergi sekarang”Kata Yixing dengan nada bergetar seraya berlari meninggalkan rumah itu yang diikuti Yifan
“Yixing!!”
~TBC~
Admin Note :
Semoga kalian enjoy sama cerita satu ini yap ^^
Semoga kalian enjoy sama cerita satu ini yap ^^

Kamu suka bgt yg panjang yaa
BalasHapusIyaa ipan demen bat yang panjang panjang
BalasHapusterus vann :v
BalasHapusjangan ksih ampunnnn wkwkwkk
Hapuslanjutkan !!
BalasHapusyapp
BalasHapus