Author : Jung Mi Na
Editor : Patricia Edward & Kim Woo Na
Main Cast : Zhang Yixing ~ Wu Yifan
Suport Cast :
• Kim Hyoyeon
• Oh Sehun
• Song Victoria
***
Yixing memasuki ruangan di sebuah rumah sakit yang dulu sering ia kunjungi. Bukan karna dia sakit atau menghabiskan waktunya ditempat orang sakit ini tanpa tujuan. Melainkan, karna seorang pria yang tengah terbaring tak berdaya dengan alat – alat rumah sakit yang menusuk tubuh kurusnya.
Wajah pria itu sangatlah pucat, tangannya begitu kecil dan nafasnya hari ke hari semakin lemah. Yixing tidak kuasa melihat pria ini, hatinya semakin sakit mengingat kejadian lalu yang ia lewati bersamanya.
“Kau harus kuat”Ucap Yixing lembut seraya mengusap keningnya.
Suaranya sangat parau berharap sahabatnya ini atau setidaknya seseorang entah siapa akan menjawab kata – katanya tapi percuma saja, tidak ada satupun orang yang dapat melihatnya sampai kapanpun.
“Aku yakin kau pasti bisa”Yixing tak kuasa menahan air mata, dia terisak dan tangisnya semakin menjadi jadi.
Dia terus berdoa untuk kesembuhan sahabatnya ini. Selalu memohon dan berharap sahabatnya akan tersadar lalu menjalani hidupnya dengan normal seperti sediakala meski itu sama saja dia ingkar janji padanya. Tapi bukankah itu hal yang terbaik untuknya ?
Ya,Yixing pernah berjanji padanya dan berjanji tidak akan mengingkarinya. Maka dari itu dia khawatir apa yang akan dilakukan sahabatnya ini tau kalau dia sudahlah tiada. Dia takut jika sahabatnya tau tentangnya dan akan membuat keadaannya semakin memburuk ketika sadar.
“Aku butuh kau untuk sadar”Pinta Yixing pelan. Terasa perih dihatinya
“Kumohon… maafkan aku”Yixing mencium kening sahabatnya seakan berharap saat itu juga dia akan sadar.
.
.
.
Hal yang dilakukan Yifan saat sampai dikamarnya adalah merebahkan tubuhnya berusaha berfikir lebih jernih. Sedikitpun dia tidak merasa bersalah tentang apa yang ia lakukan pada tunangannya itu. Hatinya sudah beku semenjak kejadian Yixing.
“Hyung”Baru saja ia mencoba memejamkan mata saat itu juga dongsaeng kesayangannya masuk tanpa ketuk pintu dan membuat Yifan menggerutu.
“Sehun, berapa kali harus kukatakan untuk mengetuk pintu sebelum masuk”Gerutu Yifan tapi Sehun hanya menampakkan wajah datarnya.
“Mian, Hyung”Jawab Sehun datar.
/Mungkin ada suatu yang penting/Kata Yifan dalam hati ,tidak seperti biasanya Sehun tidak menampakkan wajah tak berdosanya ketika salah. Pria manis itu keluar dari kamar Yifan dan mengetuk pintu.
“Masuk"
“Hyung”Sehun mengulangi kata – katanya
“Wae ?”
“Aku melihatnya”Sehun menghampiri Hyungnya yang sedang bermalas – malasan di ranjang.
“Melihat apa ?”Tanya Yifan datar seraya menutup matanya dengan bantal.
“Kau dan Hyoyeon noona”
“Lalu ?”Sehun mendesah pelan. Betapa tidak pedulinya Yifan yang sekarang ini.
“Yya! Hyung bisakah kau membuka hatimu untuk Hyoyeon noona sedikit saja. Kau tidak kasihan dengan Yixing ?”Tanya Sehun dengan nada tingginya.
“Ini tidak ada hubungannya dengan Yixing, Sehun”Jawab Yifan pelan seraya menyingkirkan bantal di wajahnya.
“Tentu saja ada! Kau tidak bisa terus menerus tidak bersedih karnanya. Bukankah Yixing hyung tidak suka ketika seseorang bersedih karnanya apalagi jika orang itu adalah kau !”Jawab Sehun panjang lebar dan menarik lengan Yifan agar dia mau berbicara serius.
“Aku tau Sehun, tapi aku sudah mencoba segalanya untuk tidak bersedih lagi tapi ketika aku mencobanya malah membuat aku semakin teringat Yixing!”
“Kalau begitu cobalah mencintai Hyoyeon noona”
Seperti pisau belati menusuk jantung Yifan mendengar kata – kata yang sangat ia benci keluar dari mulut Sehun. Ya! Mencintai Hyoyeon. Dia tidak pernah membayangkan untuk mencintai wanita itu.
Niat untuk tertarik pada Hyoyeon saja tidak ada sedikitpun apalagi mencintainya, mendengarnya saja dia muak. Dia tidak mungkin mengkhianati janjinya sedikitpun pada Yixing dengan mencintai orang lain apalagi sahabat kekasihnya itu. Dia sudah berjanji untuk tidak mencintai tanpa seizin Yixing. Ha! Pria itu gila!
“Mwo ?! Hyoyeon ? Aku tidak salah dengar ?Mana mungkin aku mencintainya!”Jawab Yifan ketus.
“Hanya ini satu – satunya jalan Hyung. Kasihan Yixing hyung, kasihan orang tuamu apalagi Hyoyeon noona
“Orang tuaku?! Apa pedulinya mereka! Saat aku memilih orang yang kupilih berdasarkan hatiku saja mereka mati – matian memisahkan kami”Yifan mengalihkan pandangannya tidak melihat ke arah Sehun yang menatapnya tajam.
“Tapi yang mereka lakukan untuk kebaikanmu Hyung”Jawab Sehun pelan.
“Jika apa yang mereka lakukan adalah untuk kebaikanku. Kenapa mereka berusaha keras menyingkirkan orang yang kusayangi ?”Tanyanya membuat Sehun terdiam.
“Pilihan orang tua adalah yang terbaik Hyung.”
“Kau tidak perlu mengajariku Sehun. Aku lebih banyak tau daripada kau.”
“Mereka hanya ingin kau mendapatkan seseorang yang tepat”Mendengar itu, Yifan tertawa pahit seraya berdiri yang diikuti Sehun.
“Aku sudah dewasa. Mereka tidak perlu campur tangan soal urusanku apalagi tentang orang yang tepat untukku. Aku bisa membedakan mana yang baik untuk masa depanku dan mana yang buruk”Jawab Yifan ketus.
“Tapi kurasa Hyoyeon noona lebih pantas ber-“
“Apa maksudmu lebih pantas ?!”Tanya Yifan dengan nada tinggi dan menatap tajam Sehun.
“A-ani! Bukan itu maksudku! Aku-"
“Jadi maksudmu! Yixing tidak pantas bersamaku ?!”
“Ani!! Aku tidak berkata begitu!”Sehun bergindik melihat wajah mengerikan Yifan yang menjadi jadi.
“Lalu apa maksudmu lebih pantas, Sehun ?!”
“Aku hanya ingin berkata kalau Hyoyeon noona mungkin bisa membantumu mengikhlaskan Yixing Hyung”Jawab Sehun takut – takut.
“Mana mungkin wanita sepertinya bisa membantuku”
“Siapa tau hyung, kau selalu salah paham padanya”
Tiba – tiba kejadian dimana ia membentak dan membenci wanita blonde itu terputar dipikirannya. Tanpa sadar dia merasa bersalah bertingkah seperti itu pada tunangannya. /mungkin benar yang dikatakan Sehun/Kata Yifan dalam hati. Tanpa sadar, ada kejanggalan dihatinya.
“Terkadang aku merasa bersalah”Yifan menghela nafas dan mengambil jaket hitam miliknya.
“Tidak ada salahnya meminta maaf Hyung”Sehun menyentuh pundak Yifan dan tersenyum lembut pada Hyungnya itu.
“Tapi, aku takut dia tidak akan memaafkanku”
“Harus berapa kali aku katakan ini Hyung! Hyoyeon noona adalah wanita pemaaf dan penuh kasih sayang. Jadi dia pasti akan memaafkan orang yang jahat dengannya, apalagi jika orang itu adalah kau”Sehun tertawa girang melihat Yifan mengerucutkan bibrinya.
“Yya! Aku bukan orang jahat hanya sedikit seperti iblis!”.
“Kau mau kemana membawa jaket ?”Sehun menunjuk jaket yang dibawa Yifan.
“Aku kangen dengan Yixing. Mungkin aku akan berkunjung dan jika sempat aku akan menemui Hyoyeon”Jawab Yifan santai yang membuat Sehun menggelengkan kepalanya.
“Baru saja kuberitau kau sudah ingin mengunjungi Yixing hyung ?”
“Wae ?Apa salahnya ?”
“Tapi hyung-“
“Aku tidak ingin dengar apapun lagi darimu, sudah ya aku akan pergi sekarang”Potong Yifan seraya membuka pintu besar dikamarnya. Tapi sebelum dia pergi, dia sempat menengok sebentar ke arah Sehun.
“Dan jangan pernah berfikir untuk kedua kalinya kalau Yixing tidak pantas bersamaku”Jeda Yifan.
“Atau kau akan berhadapan denganku”Lanjut pria tinggi itu dengan nada dingin seraya menutup pintu meninggalkan Sehun yang tengah membeku.
Pria itu menghela nafasnya. Betapa keras kepelanya Hyungnya itu. Dia tidak mempedulikan apa yang dirasakan Yifan saat ini tapi yang ia khawatirkan adalah keadaan Yixing. Ya, Yixing. Dia selalu bertanya – tanya apakah hyungnya yang satu itu akan tenang bersama-Nya.
“Mianhae, Hyung”Ucap Sehun lirih melihat foto besar Yixing di kamar Yifan.
.
.
#Flash Back On
Beberapa Tahun yang Lalu…
“Sehun”Panggil Yixing seraya duduk di sebuah kursi panjang yang diikuti Sehun.
“Ne, hyung”
“Seandainya aku meninggal, apakah Yifan akan bersedih”Sehun tersontak mendengar hyungnya mendadak bicara hal mengerikan itu.
“Tentu saja, dia sangat mencintaimu hyung. Aku yakin dia akan hancur jika itu terjadi”Jawab pria manis itu dan menatap Yixing yang tengah sibuk menyeruput bubble tea.
“Kenapa kau mendadak berbicara seperti itu hyung ?Jika Yifan hyung mendengarnya, dia pasti akan sedih dan marah”Yixing menatap wajah kesal bercampur sedihnya Sehun. Dia tertawa.
“Hanya perumpamaan Hunnie. Aku juga tidak ingin meninggalkannya”
“Terserah”Jawab Sehun ketus seraya meminum bubble tea nya.
“Tapi aku serius”Keadaan mulai tegang diantara mereka.
“Jika itu benar terjadi apa kau mau menolongku Sehun ?”Lanjut Yixing dengan nada penuh harapan.
“Apa maksudmu hyung?”Entah kenapa dia merasa ada kejanggalan dihatinya tapi dia meyakinkannya kalau itu hanya firaat.
“Tolong, jangan biarkan Yifan bersedih setelah kepergianku yang malah akan membuatku ikut bersedih. Bantu dia untuk mencintai orang lain meski itu mengorbanku. Tapi bukankah itu yang terbaik untuknya saat kepergianku ?”Pinta Yixing yang membuat Sehun tersedak.
“Yya! Kau tidak boleh berbicara seperti itu hyung! Perkataan adalah doa!”Bentak Sehun kesal.
“Kan sudah kubilang ini hanya perumpamaan”Jawab Yixing pelan.
“Tapi hyung-“
“Kumohon Sehun, hanya kau yang kupercayai untuk menjaganya jika aku pergi”Sehun tidak kuasa melihat mata berkaca – kaca hyungnya itu menski ia tau kalau itu adalah air mata buaya.
“Ya ya! Baiklah”
“Janji ?”Yixing menunjukkan jari kelingkingnya
“Aish! Baiklah, akan kulakukan apapun untukmu. Tapi tolong jangan berbicara seperti itu didepanku lagi atau kau akan membuatku serangan jantung”Jawab Sehun ketus seraya membalas jari kelingking Yixing yang membuat pria manis dihadapannya tersenyum lebar.
“Gomawo Sehun-ah. Aku janji tidak akan berkata hal itu lagi”Yixing tertawa melihat Sehun mempoutkan bibirnya.
“Dan jangan berharap kalau itu akan terjadi. Kau bisa membuatku menangis selama sebulan penuh jika itu benar terjadi”
“Ne! terserah apa kata kau lah”
Yixing kembali menyeruput bubble tea nya seraya memerhatikan anak kecil berlari dengan girang dan tidak memperdulikan tatapan sedih Sehun.
.
.
.
Yixing meninggalkan rumah sakit ini dan berjalan tanpa arah. Semenjak dia menjadi arwah, dia selalu hampa dan tanpa tujuan. Tentu saja! Dia diberi tugas untuk mencari tau mengapa dia terbunuh dan alasannya, tapi bagaimana caranya dia mencari tau jika wujudnya seperti ini.
Menunggu jawabannya ? Itu gila, bisa – bisa dia abadi di dunia ini jika terus menunggu tanpa berbuat. Semua itu membuatnya bingung, seandainya dulu dia adalah manusia jahat, pasti dia akan berubah menjadi makhluk perngganggu saat ini dan akan mudah mencari tau. Tapi dia tidaklah seperti itu, dia manusia yang baik dan berhati emas.
/Yya! Lagipula jika aku adalah manusia jahat juga akan percuma saja hidup di dunia. Tetap saja akan mendapat hukuman/Celotehnya dalam hati
Lalu apa yang bisa ia lakukan ? dia tidak bisa melakukan hal lain selain menunggu dan mendengar seseorang membicarakan tentang kematiannya lagi. Bahkan seseorang memiliki indra ke enam saja tidak bisa melihatnya. Argh! Sungguh sulit kehidupannya.
Terlalu larut dalam pikirannya yang berantakan. Dia sampai tidak mendengar suara lonceng kecil berbunyi berkali – kali ditelinganya menandakan seseorang mengunjungi makamnya.
/siapa ya kira – kira ?/ Tanya Yixing dalam hati. Dia bergegas ketempat dimana dia dimakamkan. Dan ternyata adalah orang yang sangat ditunggu – tunggunya selama ini. Siapa lagi kalau bukan kesayangannya, Wu Yifan. Arwah manis itu tersenyum dan mendekati Yifan yang terduduk membawa bunga mawar putih kesukaannya.
“Annyeong, Yixing-ah”Kata Yifan lembut dan tersenyum seraya mengelus batu nisan bertuliskan nama Yixing. /Ne, Yifan-ah/Jawab Yixing dalam hati.
“Bagaimana kabarmu, aku sangat merindukanmu Xing”
“Aku juga merindukanmu Yifannie/Wajah Yifan mulai terlihat terluka dan itu membuat hati Yixing terasa perih. /Jangan pasang wajah itu lagi,Babo!/Teriak Yixing dalam hati.
“Hari ini Sehun mengatakan hal yang sangat tidak ingin kudengar Yixing-ah”Suaranya mulai lirih.
“Dia berkata padaku untuk mencintai Hyoyeon, Ya! Hyoyeon, sahabatmu sendiri. Ha! Itu gila ,ne ?”Yifan tertawa pahit sementara Yixing yang mendengar itu membeku.
“Aku bingung Yixing. Sehun berkata jika aku bersedih terus karnamu maka kau juga akan bersedih. Aku tidak ingin itu terjadi, Xing. Aku mencintaimu dan aku tidak ingin kau bersedih meski aku tidak melihatnya” Yixing mengalihkan pandangannya matanya mulai panas. /Bukan ini yang kuinginkan ketika kau datang, Yifan /Ujar Yixing dalam hati.
“Yang kuinginkan adalah kebahagiaanmu, aku tidak mungkin mengingkari janjiku dengan mencintai orang lain. Tapi aku juga bingung, orang tuaku terus memaksaku untuk segera bersamanya”
“Aku tau Yifan-ah”
“Aku juga merasa sangat bersalah telah bertingkah buruk pada Hyoyeon selama ini. Dan haruskah aku mencintainya ?”Hati Yixing seperti sedang disayat pisau
“Seandainya aku melakukan itu, apakah kau akan memaafkanku Yixing ?”Tanya Yifan yang membuat Yixing merasa sakit. /kau tidak boleh egois Yixing!!/Teriak Yixing dalam hati.
Yixing ingin Yifan bersama orang yang pas dan seharusnya dia bahagia Yifan bersama orang yang tepat seperti Hyoyeon. Tapi, entah mengapa dia sangat menolak hubungan mereka. Dia mencoba menerimanya tapi malah membuatnya semakin menolak.
“Tidak! Aku tidak boleh seperti ini! Ingat Yixing, ini untuk kebaikan Yifan”Dia terus meyakinkan dirinya untuk yakin.
“Aku bingung, Xing. Hidupku semakin kacau semenjak kepergianmu. Belum lagi orang tuaku terus menekanku. Hyoyeon selalu membuatku kesal dan Sehun juga sama saja”Jeda Yifan.
“Aku tidak mencintai Hyoyeon,Xing. Yang kucintai hanya kau seorang dan bukan yang lain. Kau sudah mempercayaiku dan aku tidak mungkin menghancurkan kepercayaanmu Yixing”Yifan mulai terisak.
“Kau tidak boleh egois Zhang Yixing!!”
“Apa kau akan mengizinkanku dengannya, Xing ??”
“Apa kau akan menerimanya? Aku akan melakukannya jika kau mengizinkanku”Yixing menahan tangisnya tapi tangisnya malah menjadi – jadi.
“Aku bingung harus berbuat apa”Yifan menunduk dan menutup wajahnya dengan satu tangan. Yixing melirik ke arah Yifan dan mencoba membelai puncak kepala kekasihnya.
“Aku juga bingung dengan perasaanku Yifan”Jawab Yixing lembut.
“Apakah yang kukatan kau mendengarnya Yixing ?” /Tentu saja, aku akan selalu mendengar ocehanmu, Fannie/
“Tolong jawab aku, Yixing. Apapun itu, kumohon jawablah”Yifan memeluk batu ninsan dihadapannya.
“Tolong jangan tanyakan itu untuk sementara ini,Yifan”Jawab Yixing.
“Aku tidak tau harus apa, hidupku tidaklah berarti lagi”
“Jangan berkata begitu hanya karnaku! Aku benci kata – kata itu!”
“Hanya itu yang ingin kukatakan Yixing. Kalau begitu, aku akan pergi sekarang.”
“Sebenarnya aku masih ingin disini.Tapi aku harus menemui Hyoyeon”Dia mencium batu nisan dihadapannya seolah dia mencium Yixing sendiri.
“Sarangheo, Yixing-ah”Yifan berdiri dan meninggalkan makam Yixing dengan wajah sendu.
Yixing memerhatikan kepergian kekasihnya. Dia bingung harus apa, apakah dia akan mengizinkan hubungan mereka. Ha! Bukankah itu hak Yifan akan menikahi siapa, kenapa jadi dia yang tidak rela Yifan bersama Hyoyeon ?. Memikirkan itu, membuat Yixing tertawa pahit.
Dia melihat ke makamnya dimana tubuhnya di kubur dan tertawa pahit.
“Mungkin saatnya pulang”Ucap Yixing seraya berjalan meninggalkan tempat itu
.
.
.
TBC
Untuk para Readers, maaf ya kalau kami jarang Update.
And Thanks untuk yg masih mau nunggu dan membaca