Senin, 24 Oktober 2016

I Can't Reach You #chapter1










Author by :PatriciaEdward
Title: I Can't Reach You
Editing by : Jung Mi Na
Genre : Angst, supernatural, exo, Kray, romance
Main Cast :
Zhang Yixing
Wu Yifan
Kim Hyoyeon
Semoga dibaca yaa!!!! Please enjoy~
Terima kasih sebesar -besarnya untukmu Tricia>.<
PatriciaEdward (Author) note :
"Mungkin ini akan update lumayan lama, tapi tetap dibaca yap ^^, Gamsahabnida Korea fanfiction and Jung Mi Na and Kim Woo Na >.<,
love&hug for readers by
PatriciaEdward
-*-*-
Ketika kedua orang tua Yifan keluar dari ruangannya, dia mendorong Hyoyeon dari pelukannya dan memastikan jika orang tuanya sudah tidak di sekitar kantornya atau setidaknya sekitar ruangannya. Ketika sudah tidak ada tanda – tanda sedikitpun dari mereka, pria itu menghela nafas dan melirik kearah wanita blonde yang tengah tersenyum manis padanya.
Wajah manis yang ia tunjukkan pada wanita itu langsung sirna begitu saja. Senyum milik wanita itu seketika juga berubah menjadi senyuman sendu seraya menundukkan kepalanya. Dia sudah tau kalau senyuman itu hanyalah topeng semata.
“Apa yang kau inginkan Hyoyeon ?”Tanya Yifan seraya mendekati Hyoyeon
“Maaf Yifan aku tidak bermaksud mengganggu kamu, tapi orang tuamu memaksaku untuk menemuimu terus”Hyoyeon menunduk ketika melihat mata Yifan yang terlihat sangat dingin.
“Ku kira kau ingin menemuiku atas kemauanmu”
“Yifan… kau ini tunanganku, tidak seharusnya kau berbicara seperti itu”Jawab Hyoyeon lirih dan menatap sendu tunangannya itu.
“Ini hanya sebatas status Hyoyeon, ini kesekian kalinya aku mengatakan padamu kalau aku tidak akan menganggapmu sebagai tunanganku”Hyoyeon sudah sering mendengar kata – kata itu dari pria dihadapannya tapi setiap ia mendengarkannya seperti ada batu besar yang menghatamnya, begitu sakit.
“Aku tau… tapi bisakah kau membuka hatimu sedikit saja untukku ?Bukankah dia selalu berkata, jika ada sesuatu menyakitkan dihari lalu maka kau harus membiarkannya seperti air mengalir dan jangan pernah membiarkannya kembali ?”Suara Hyoyeon terdengar parau meski ditelinga Yifan terdengar seperti mengejek.
“Jadi maksudmu aku harus melupakan Yixing ?!”
“Bu.. bukan itu maksduku, ka-“
“Jika Yixing mendengar ini,dia pasti akan tertawa”Yifan tertawa pahit dan mengalihkan pandangannya.
Hyoyeon tau betapa besarnya cinta Yifan untuk Yixing, ia tau ia egois, ia tau kalau Yixing akan membencinya tapi dia bingung harus melakukan apa. Dia tidak ingin mengecewakan harapan kedua orang tuanya, dia juga telah melakukan hal yang sangat fatal dan hanya ada kata penyesalan yang selalu terucap.
“Kenapa kau tidak membuat dirimu berguna dan jangan ganggu aku. Lebih baik kau pergi sekarang, aku lelah”Hyoyeon tersadar dari lamunannya mendengar suara berat Yifan yang terkesan dingin.
“Orang tuamu akan curiga kalau aku pergi sekarang”Kata Hyoyeon lembut tapi itu malah membuat Yifan menggerutu dan membuat wanita cantik itu menundukkan kepalanya.
“Kalau begitu kau duduk disana saja, jangan berisik dan jangan ganggu aku. Saat ini aku sedang banyak pekerjaan”Yifan menunjuk sebuah sofa berwarna hitam yang letaknya sekitar 2 meter dari meja kerja milik tunangannya itu.
Hyoyeon mengangguk dan melangkah dengan hati yang terluka dan perih. Rasanya ia ingin menangis dan memohon pada kedua orang tuanya untuk membatalkan pertunangan ini. Tapi ia tidak bisa, ia terlalu takut menghadapi kenyataan, ia terlalu takut menghadapi kenyatann tentang apa yang telah ia lakukan selama ini.
Dan saat ini yang bisa ia lakukan hanyalah menahan rasa sakit dan air mata yang hampir setiap hari selalu menemani harinya. Dia masih beruntung karna orang tuanya dan orang tua Yifan selalu mendunkungnya.
Dia tidak membayangkan bagaimana menjadi Yixing. Dia iri dengan pria manis itu, meski dia sangat terluka tapi pria itu tidak akan pernah menyerah dan selalu tabah berusaha meyakinkan kedua orang tua Yifan kalau dia dapat membahagiakan dan selalu ada untuknya saat sulit maupun senang.
Hyoyeon sangat ingin memiliki sifat seperti apa yang dimiliki oleh Yixing. Sangat tegar dan tidak ingin orang lain melihat penderitaannya.
Bayangkan saja, pria itu selalu mendapat olokkan dari orang terdekat Yifan bahkan kedua orang tua Yifan yang selalu membedakan derajatnya dengan Yifan. Tapi dia selalu tabah dan tersenyum menutupi semua penderitaan itu untuk orang yang sangat dia cintai.
Yixing selalu memberikan kenyataan yang ia miliki pada Yifan meski kenyataan itu sangat dibenci oleh kedua orangtua kekasihnya itu. Tidak seperti Hyoyeon yang selalu seperti boneka untuk orang tua Yifan dan orang tuanya ditambah lagi dosa dan dusta selalu menyelimuti kehidupannya yang sangat menyedihkan untuk urusan cinta.
Hyoyeon merebahkan kepalanya dan terlintas wajah Yixing yang terlihat begitu sedih dan terluka melihatnya sudah bertunangan dengan kekasihnya itu. Raut wajahnya yang selalu tersenyum dan tertawatapi dibayangnya hanya ada butiran air mata yang terus keluar dari iris coklat milik Yixing dan membasahi kedua pipi tirusnya.
‘Aku tau aku sangat bodoh dan berdosa. Kau tidak pantas menganggapku sebagai sahabat Xing’
Tanpa sadar butiran air mata keluar dari kedua mata indah milik Hyoyen yang sedari tadi ia tahan. Dia sangat jahat, sungguh jahat! Tega – teganya dia menghancurkan harapan yang sudah Yixing bangun dengan susah payah selama ini.
Hyoyeon menghela nafas beratnya dan melirik kearah Yifan yang tengah berkutat dengan laptop dan lembaran – lembaran kertas yang terlihat membuatnya frustasi. Tiba – tiba kejadian 4 bulan yang lalu terngiang dikepalanya membuat hatinya semakin hancur membayangkan betapa histerisnya Yifan melihat jasad Yixing yang sudah tak bernyawa tepat dihadapannya.
Dan betapa terluka dan terpukulnya pria tampan itu melihat Yixing disemayamkan bahkan ia hampir saja pingsan melihat pemandangan dihadapannya pada saat itu. Hampir 1 bulan penuh Yifan menyesal dan menyalahkan dirinya atas kejadian Yixing dan sesekali menyalahkan kedua orangtuanya karna menunda – nunda pernikahannya dengan Yixing.
‘Seandainya Appa dan Eomma tidak terus menerus mencoba memisahkanku dengan Yixing, pasti saat ini kami sudah bahagia!!’Hyoyeon ingat betul bagaimana ekspresi wajah Yifan yang terlihat begitu depresi.
Hyoyeon sangat menyayangi Yifan maka dari itu sebenarnya ia tidak sepenuhnya rela melihat Yifan terlihat begitu bahagia bersama Yixing tapi disisi lain ia ingin Yifan terus berbahagia meski bukan karnanya.
Semua itu membuatnya bingung tapi semuanya telah berubah. Dia yakin Yixing sudah tenang di sana di pelukan Tuhan karna menurutnya Yixing sangat pantas hidup disana tidak seperti wanita bedosa sepertinya tapi kenyataannya Yixing masih harus menjalani suatu hal yang membuatnya dapat kembali.
“Ku kira kau sudah bisa kembali sekarang”Hyoyeon tersadar dari lamunannya setelah merasa pundaknya ditepuk dengan suatu barang seperti majalah. Dia mendongak dan terlihat Yifan hanya menatapnya dingin, dia langsung buru – buru menghapus jejak air mata yang tadi keluar begitu saja seraya berdiri.
“Untuk apa kau menangis ?”Tanya Yifan dingin dan membuat wanita dihadapannya menghentikan aktivitasnya yang sedang merapikan tasnya.
“Ti.. tidak, debu masuk kedalam mataku”
“Aku tau kau sedang membayangkan Yixing”Ujar Yifan yang membuat Hyoyen membelalakan matanya dan langsung menunduk melihat ekspresi wajah Yifan yang semula dingin berubah menjadi sendu menatap kakinya dengan tatapan kosong.
“Hanya sekedar membayangkan hal menyenangkan yang kami lalui”Jawab Hyoyeon dengan senyum yang membuat luluh hati orang – orang yang melihatnya tapi tidakuntuk Yifan.
“Aku akan pergi sekarang, maaf kalau aku mengganggu pekerjaanmu, saranghaeyo”Kata Hyoyeon seraya mendekati wajah Yifan untuk memberikan kecupan singkat dipipi pria dihadapannya itu, tapi Yifan malah memalingkan wajahnya dan berjalan mundur.
Hyoyeon hanya bisa tersenyum pahit dan berjalan menuju pintu. Sebelum ia berjalan keluar, ia sempat menengok kearah Yifan yang tengah tertunduk.
“Mian Yifan-ah, saranghaeyo”Kata Hyoyeon pelan dan menitikkan air mata seraya keluar dan menutup pintu itu meninggalkan Yifan yang menatap kepergiannya.
Yifan terdiam melihat pintu dihadapannya tertutup dan sekarang dia hanya seorang diri meski sebanyak apapun orang disekitarnya ia akan selalu merasa kesepian. Mungkin banyak orang disekitarnya tapi hatinya selalu kosong setelah kepergian Yixing.
Dia merasa hidupnya sudah tidak berarti lagi, dia merasa setengah jiwanya telah direbut secara paksa, dia ingin mengembalikan jiwanya yang hilang itu. Tapi apa yang bisa ia lakukan saat ini ? Menyesal ?Hanya akan membuat Yixing tambah terluka. Yixing sangat benci orang yang menyesal karnanya.
Dia tidak mungkin menyakiti Yixing dengan terus menyesal karnanya. Hatinya begitu sakit mendengar nama Yixing ditambah lagi jika ada seseorang yang memaksanya untuk melupakan Yiixng. Tsk ! mereka tidak tau seberapa rasa cintanya untuk Yixing dan mereka hanya mengira kalau melupakan seseorang yang sangat disayangi mudah dilupakan.
“Maafkan aku Yixing”Ucap Yifan pelan seraya mengambil foto Yixing di mejanya yang tengah tersenyum manis bersamanya tapi dimata Yifan seperti terlihat buliran air mata yang terus mengalir serta tatapan kekecewaan yang tidak bisa dipungkiri.
“Kenapa kau harus hadir dikehidupanku yang malah membuat kehidupanmu yang sangat nyaman menjadi penuh dengan luka ?Seandainya seperti ini, mungkin lebih baik kita tidak dipertemukan”Kata Yifan seraya mendekap foto itu dalam pelukannya seakan yang ia peluk adalah Yixing sendiri.
.
.
.
Beberapa Tahun yang Lalu…
Yifan berjalan menyusuri lorong luas tidak memperdulikan suara para siswi lainnya berbisik atau sesekali merasa gemas melihatnya. Dia terus berjalan sampai…
BRUK!!
“Yya!! Kau punya mata tidak ?!”Seseorang menabraknya dan membuat seluruh buku yang orang itu bawa berserakan dilantai. Terlihat seorang pria manis berambut hitam yang tengah mengambil bukunya sambil mengomel.
“Seharusnya kau minta maaf bukan hanya menatapku seperti itu!”Gerutu pria itu seraya mendongak menatap Yifan dengan wajah kesalnya. Yifan membeku melihat wajah pria ini begitu cantik dan imut.
“Kau yang menabrakku duluan!”Kata Yifan seraya mengambil buku pria itu.
“Kenapa jadi kau yang marah ?!”
“Kau memang menabrakku duluan kok!!”Pria itu mengembungkan pipinya menahan amarah dan malah membuat Yifan gemas.
“Yya!! Sakit!!! Apa yang kau lakukan ??!”Pria itu meringis dan menghempaskan tangan Yifan yang mencubit pipinya dengan keras dan tidak lupa untuk memukul pria tampan dihadapannya.
“Mian hehehe, kau membuatku gemas. Ngomong – ngomong siapa namamu cantik ?”
“C-CANTIK!!! Kau tidak tau berhadapan dengan siapa Tuan!!!”Teriak pria itu sambil memukul berkali – kali tubuh Yifan dengan buku yang ia bawa membuat seluruh siswa menatapnya dan para siswi tersenyum geli melihat wajah pria itu memerah.
“Ouch! Ouch! Sakit!”Tidak tunggu aba – aba lagi pria manis itu berlari meninggalkan Yifan dengan wajah memerah serta terus menerus mengerucutkan bibirnya.
“Hyung!”Yifan membalikkan tubuhnya dan melihat seorang pria berkulit putih susu melambaikan tangannya.
“Sehun ?”
“Akhirnya kau sampai, tadi kau kenapa dengan Yixing ?”
“Jadi dia namanya Yixing ?”
“Ne! Zhang Yixing, masa kau tidak tau, dia sahabat Hyoyeon”Jawab Sehun dan mendapat anggukandari Yifan
“Menurutku dia akan cocok jika bersamamu, Hyung”
“Ku harap juga begitu”Yifan tertawa dan Sehun hanya menggelengkan kepalanya.
“Kalau yang cantik pasti kau tidak akan menolak”Mereka tertawa bersama dan Yifan merangkul pundak Sehun seraya berjalan meninggalkan tempat itu.
.
.
BRUK!!
Yixing membanting buku yang ia bawa dan membuat Hyoyeon yang disampingnya tersontak kaget.
“Kau ini kenapa ? Seperti bertemu dengan musuh saja”Kata Hyoyeon seraya menatap wajah sahabatnya yang memerah. Dia sudah yakin, kalau wajah Yixing mulai merah berarti dia bertemu dengan orang yang membuatnya kesal.
“Lihat pembalasanku nanti!! Urgh!”Hyoyeon memutar bola matanya dan kembali tertuju pada buku yang ia baca tapi bel berbunyi dan dia berdiri kembali ke meja miliknya meninggalkan Yixing yang masih menggerutu.
“Tenang semuanya, kita punya teman baru. Ayo perkenalkan dirimu”Tiba –tiba seonsaengnim datang dengan seorang pria blonde dan membuat Yixing membelalakan matanya.
“annyeonghaseyo Wu Yifan imnida”Kata Yifan seraya membungkukan tubuhnya dan membuat Yixing semakin geram.
“Baiklah Tuan Wu, kau boleh duduk dimanapun kau mau si-, Tuan Zhang, ada yang salah ?”Tanya seonsaengnim yang membuat Yifan melihat orang yang dituju olehnya.
“Boleh aku duduk disebelah Yixing ?”Tanya Yifan yang membuat Yixing membulatkan matanya.
“Tentu, silahkan duduk”Yixing menggerutu mendengar jung-seonsaengnim mempersilahkan Yifan duduk disebelahnya.
“Annyeong, Yifan imnida”Kata Yifan seraya mengulurkan tangannya. Yixing melihat tangan Yifan sejenak dan membalasnya
“Yixing imnida”
“Nih”Yifan menyodorkan buku bersampul putih yang Yixing cari.
“Bagaimana bisa ditanganmu ?”Tanya Yixing bingung
“Tadi ketika aku akan mengembalikannya, kau sudah kabur begitu saja”Yifan mengalihkan pandangannya dan fokus ke seonsaengnim yang mulai mengajar dan tak melihat kalau Yixing tengah tersenyum manis padanya.
“gamsahabnida”Kata Yixing lembut yang membuat Yifan membelalakan matanya melihat betapa manisnya Yixing tersenyum seperti itu, dia merasa sangat nyaman berada di dekat Yixing, padahal ini baru pertama kalinya mereka bertemu.
‘ternyata dugaanku salah tentang Yifan, dia pria yang baik’Kata Yixing dalam hati sambil menggeleng – gelengkan kepalanya.
Semenjak kejadian itu mereka menjadi sangat dekat meski pada awalnya pertemuan mereka sangat tidak indah tapi itu bukan alasan Yixing dan Yifan untuk terus bermusuhan sampai akhirnya Yifan mengungkapkan perasaannya pada Yixing dan memberitau ini pada kedua orang tuanya.
Tapi kenyataannya kedua orang tua Yifan sangat tidak menyukai ini dan bertepatan diwaktu yang sama, Yifan dijdohkan oleh Hyoyeon, tapi karna Hyoyeon tau kalau Yixing adalah kekasihnya Yifan jadi dia membatalkan semua perjodohan itu.
“Tapi appa !! Aku mencintai Yixing!!”
“Kau mencintainya ??!! Bukalah matamu Wu Yifan!! Dia berbeda dengan kita!!”Teriak Tuan Wu seraya menatap sinis Yixing yang tengah tertundukmenahan air mata.
“Maaf kalau kedatanganku hanya membuat buruk, Aku akan pergi sekarang”Kata Yixing dengan nada bergetar seraya berlari meninggalkan rumah itu yang diikuti Yifan
“Yixing!!”
~TBC~
Admin Note :
Semoga kalian enjoy sama cerita satu ini yap ^^

By My Side - I Love You #Chapter 2

Author : Jung Min Na
Title : By My Side ( I Love You) #Chap2 
Genre : School Life

Main Cast: 
Kyuhyun - Kim Woo Na (OC)

#TYPO dimana mana ^_^
Happy Reading ^^
~•°•~
Woo Na kembali ke kelasnya dengan tangan yang menutupi sebagian wajahnya. Begitu memasuki kelasnya, Woo Na langsung berlari ke mejanya dan meletakkan kepalanya diatas meja membuat Yura tersontak.

“Kau membuatku kaget! Ada apa sih ?”Kata Yura dengan wajah kesal sambil menghapus coretan di bukunya dan saat itu juga Yura melihat telinga Woo Na berwarna merah padam, membuatnya menatap Woo Na bingung.

“Kau kenapa Woo Na ?”Gadis disebelahnya tidak menjawab.
“Woo Na ?”
“Woo Na?!”Kali ini lebih keras tapi tidak digubris
“KIM WOO NA!!!”

“Apa ?!”Katanya dengan nada tinggi dan langsung menatap temannya itu dengan wajah kesal. Yura tertawa geli melihat wajah Woo Na memerah seluruhnya.

“Berhenti tertawa sekarang juga!!”Woo Na merapatkan bibirnya sambil menutupi wajah yang semakin memerah.
“Kau ini kenapa sih ?Dikerjai oleh Hyoyeon lagi ya? Hahahaha”Yura menepuk pundak Woo Na dengan keras membuat gadis itu sedikit meringis.

“Bisakah kau hentikan itu ?!Kau terlihat lemah lembut diluar tapi sekalinya mukul bisa membuat tubuh seseorang remuk”Kata Woo Na seraya menahan tangan dan menutup mulut Yura.


“Oke oke, kau ini kenapa? Tadi kau telat, tapi tak heran lagi sih kalau kau telat”Woo Na menepuk pundak Yura dengan keras.


“Dan sekarang kau malah meletakkan kepalamu diatas meja seperti orang tidak punya tulang leher, serta dari wajah sampai telingamu merah padam, jarang sekali kau seperti ini”Tanya Yura sambil mengelus pundaknya yang sakit. Wajah Woo Na kembali memerah mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu.

“Kau tau Cho Kyuhyun kan ?”
“Bagaimana mungkin aku tidak tahu, hampir setiap hari kau membicarakannya”Woo Na terkekeh melihat wajah Yura yang terlihat sedikit cemberut.

“Tadi pagi, aku tidak sengaja menabraknya”Kata Woo Na yang mulai histeris sambil menutupi wajahnya, Yura hanya melihatnya dengan wajah datar tapi terkesan meledek.


“Hanya itu ?”Yura menatapnya datar membuat Woo Na mencibir.

“Kau tidak seru Yura!”
“Ku kira ada apa, ternyata hanya itu. Kalau aku tau jadinya akan begini lebih baik aku tidak buang waktuku untuk mendengar ocehanmu”Yura kembali berkutat dengan bukunya dan mulai menulis lagi.

Melihat itu Woo Na langsung memukul pundak Yura dengan kasar, membuat Yura meringis dan mengomel padanya tapi Woo Na langsung bernyanyi seakan tidak peduli dengan apa yang ia lakuin pada sahabatnya itu. Yura hanya menggelengkan kepalanya serta mencibir sambil sesekali memukul Woo Na.


Karna tadi Woo Na tidak sempat membaca apalagi meminjam buku, jadi dia akan mencari hal lain untuk mengisi waktu istirahatnya yaitu membuat cerita di buku spesial yang sangat jarang ia perlihatkan pada orang lain.


Woo Na mencari bukunya tapi tidak ada didalam tasnya, ia mulai panik dan berharap semoga buku itu tidak hlang. Dia melongok kebawah meja tapi tidak ada buku satupun, Woo Na mulai mengacak – ngacak buku yang sudah tersusun rapi yang berada diatas meja tapi tidak ada tanda – tanda sedikitpun dari bukunya.

Begitu ia mengacak – ngacak bukunya, ketika Woo Na mengira bukunya hilang tiba – tiba ia melihat bukunya tergeletak diatas buku tebal. Woo Na lega dan langsung memeluk bukunya.

Tapi begitu ia membuka buku itu, Woo Na heran kenapa isi buku itu seharusnya cerita tapi melainkan banyak tulisan hasil diskusi. Begitu ia melihatnya lebih jelas, itu bukanlah tulisannya. Woo Na melihat sampul buku itu dan ternyata itu bukan miliknya melainkan seseorang yang ia tabrak pagi ini.

Cho Kyuhyun
/Kenapa bukunya bisa padaku ? Apa dia sengaja ?/Tanyanya dalam hati.
Buku itu sangat persis seperti miliknya. Sampul buku dengan warna abu – abu serta garis warna cherry brown dan sampul bening dengan beberapa lambang infinity berwarna putih, benar – benar mirip bahkan sulit untuk dibedakan.

Seingat Woo Na sampul buku yang ada di bukunya sangat sulit untuk didapatkan karna terakhir kali ia diberikan oleh pamannya 3 tahun lalu dan itupun ia hanya diberikan beberapa saja.


“Bagaimana buku Kyuhyun berada ditangamu ?”Tanya Yura yang membuat Woo Na tersontak dan hampir menjatuhkan buku milik Kyuhyun.


“Entahlah, Mungkin pada saat bukuku dan bukunya terjatuh. Mungkin aku salah mengambil buku karna bukunya sangat persis dengan punyaku”Katanya seraya menunjukkan buku Kyuhyun padanya.


“Kau sengaja melakukan ini ya ?”

“Enak saja! Aku tidak pernah sampai seperti itu ya!”Kata Woo Na sambil melipat tangan didepan dadanya.

“Lalu bagaimana bisa tertukar ?”Woo Na berfikir sejenak dan ingat kalau salah satunya buku miliknya diambilkan oleh Kyuhyun.


“Tadi sih bukuku diambilkan olehnya, tapi karna aku buru – buru jadi aku tidak sempat melihat buku mana yang ia ambilkan.”Yura bergumam mendengar itu.


“Kau mau kemana ?”Tanya Yura yang melihat Woo Na berdiri.

“Aku harus ambil buku itu sebelum dia membacanya”Ketika ia baru saja ingin berjalan meninggalkan Yura, tiba – tiba bel berbunyi membuatnya gerutu dan hampir saja terjatuh.

“Lebih baik nanti saja kau berikan pada saat jam pulang sekolah”Yura pun tertawa terbahak- bahak melihat sahabatnya yang hampir saja jatuh dan mendapat pukulan keras dipundaknya.


.

~•°•~
* Kyuhyun P.O.V *
Aku berjalan memasuki ruang kelas dan duduk di kursi mejaku. Kali ini kami diberikan tugas untuk diskusi lagi. *Sigh* Aku menghela nafas bertku.

Bukan berarti aku tidak suka berdiskusi kelompok, tapi pasti sebagian besar aku akan mengerjakannya sendiri karna aku lebih suka mengerjakan sendiri daripada bersama – sama yang pasti berujung kebanyakan bercanda.


Aku mencari buku yang biasa aku gunakan untuk berdiskusi. Aku membuka buku itu tapi kenapa tulisannya beda dengan tulisanku yang terkesan sedikit berantakan. Tulisan dibuku itu sangat rapi dan begitu teratur.

Begitu aku membacanya aku tau ternyata itu adalah buku cerita. Aku kagum membaca cerita yang dibuat oleh pemilik buku ini. Cerita yang mulai dari drama, sad, sampai romance comedy yang luar biasa serta pemakaian kata yang sopan, baku, tidak bertele – tele yang sangat mendukung cerita. Aku melihat sampul depan dan ternyata pemilik buku ini.

Kim Woo Na

/Tunggu! Bukankah ini buku milik temannya Yura dan Hyoyeon kan ?Dan juga yang tadi pagi menabrakku/Kataku dalam hati dan mulai tersenyum sendiri.

“Kyuhyun!”Seseorang berteriak ditelingaku sambil menggebrak meja membuatku tersontak dan hampir menjatuhkan buku milik Kim Woo Na.


“Hyoyeon! Sudah kubilang jangan lakukan itu”Hyoyeon hanya terkekeh padaku dan aku hanya memutar bola mata malas.


“Habis, kau tersenyum sendiri seperti orang salah minum obat”

“Kau ini mau apa ?”
“Hehehe, aku hanya bercanda Cho Kyuhyun. Memangnya kenapa sih ? Kamu kok tersenyum seperti itu ?”Tanyanya yang langsung mendekatkan kursinya padaku.

“Kau tau siswi yang sering berama Yura kan ?”Begitu aku menanyakannya, Hyoyeon langsung berfikir sambil menepuk – nepuk dagunya.

“Oh, maksudmu Woo Na ? Kim Woo Na ? Tentu saja! Mana mungkin aku tidak tau, hampir setiap hari aku mengerjainya”Hyoyeon langung terkekeh geli sedangkan aku memutar bola mataku.
“Memangnya ada apa ?”
“Ini buku miliknya ya ?”Kataku seraya memberikan buku milik Woo Na.
“Bagaimana bisa ditanganmu ?”

“Tadi pagi aku menabraknya dan mungkin aku salah mengambil buku, karna sampul milikku sangat mirip dengannya”Sebenernya ini salah satu rencanaku.


“Pasti dia terlambat lagi, Lalu kau ingin mengembalikannya?”


“Kalau aku tidak mengembalikannya, buku diskusiku tidak akan kembali.”


“Kau mau kutemani mengembalikannya ?”

“Tidak perlu, aku tau kok dia yang mana”Kataku seraya tersenyum lembut padanya dan dia hanya menggangguk kecil.
“Baiklah, pelajaran dimulai”Kata seorang guru yang mulai mengajar didepan kelas
* End Kyuhyun P.O.V *
.
.
.

~ To Be Continue ~

By My Side #Chapter 1

Author : Jung Min Na
Title : By My Side Chapter 1
Genre : School Life

Main Cast: 
Kyuhyun - Kim Woo Na (OC)

Happy Reading ^^
~•°•~
“Maaf! Ini kesalahanku”Kata Woo Na sambil menunduk dan mengambil bukunya yang terjatuh tadi.
“Iya tidak apa – apa”Woo Na langsung terdiam ditempat mendengar suara dari seseorang dihadapannya. Gadis itu mengangkat kepalanya dan iris coklat miliknya bertemu dengan iris mata lainnya.
“Cho Kyuhyun ?!”Pria bernama Kyuhyun itu tersenyum ramah kepada Woo Na yang membuat pipi gadis itu memerah.
Cho Kyuhyun adalah murid teladan yang sangat ramah dengan orang lain baik pria maupun wanita, ia tidak membedakannya dan Kyuhyun juga sangat disenangi oleh para guru karna prestasti yang ia capai.

Meski Woo Na jarang berbicara dengan pria tapi Woo Na sudah sangat lama suka dengan Kyuhyun meskipun pria itu tidak memberikan respon apapun karna mereka tidak kenal satu sama lain.


Woo Na sudah melakukan banyak hal untuk menarik perhatian Kyuhyun seperti melemparnya dengan kertas, menulis surat, menabraknya, bahkan menumpahkan air ke seragamnya yang berakhir dengan tas dan seluruh bukunya disembunyikan bahkan dibuang ke tempat sampah. Tapi hasilnya tetap nihil.


Gadis itu tersadar dari lamunannya setelah melihat Kyuhyun mengambil bukunya yang berserakan bersama buku milik Woo Na. Woo Na langsung menagmbil bukunya dan sesekali mengambilkan buku milik Kyuhyun tapi tanpa sengaja ketika tangannya ingin mengambil buku miliknya dalam waktu bersamaan tangan Kyuhyun berada diatas tangan miliknya.


Reflek Woo Na dan Kyuhyun langsung mengangkat kepalanya dan berhadapan membuat kedua mata mereka bertemu lagi. Mereka terdiam seperti itu sampai Woo Na menarik tangannya.


“Maaf tadi aku juga tidak melihatmu”Kata Kyuhyun seraya memberikan buku milik Woo Na dengan senyum yang sangat ramah dan membuat Woo Na mengambilnya dengan canggung.


“Oh astaga! Aku sedang buru – buru, aku harus ke kelas sekarang dan maafkan aku atas kejadian ini Kyuhyun”Woo Na langsung lari yang membuat Kyuhyun memerhatikan kepergiannya dengan bingung /Bagaimana dia tau namaku ?/Kata Kyuhyun dalam hati dan pergi meninggalkan tempat itu.

~•°•~
Woo Na berlari menuju kelasnya dengan persaan yang campur aduk dan menahan rasa panas yang ada di kedua pipinya. /Tadi itu apa ?/
Ketika sampai tepat didepan pintu kelasnya yang tertutup, tanpa basa basi Woo Na langsung menggebrak pintu itu yang membuat seluruh teman sekelasnya tersontak.

“Kim Woo Na!! Ini yang kesekian kalinya kau masuk tanpa ketuk pintu dan telat! Saya harap kau sudah mempersiapkan alasan yang tepat”Kata seorang guru yang langsung berdiri dari tempat duduknya.


/Sepertinya ini akan lama/Katanya dalam hati dan memutar bola matanya malas.


~•°•~

Saat istirahat, Woo Na langsung meletakkan kepalanya diatas meja. Karna kali ini hukuman yang ia terima lebih berat dari yang biasa ia dapatkan.

“Kau baik – baik saja ?”Tanya seorang wanita yang duduk disebelahnya.

“Apa aku terlihat baik – baik saja, Yura ?”Jawab Woo Na yang langung berdiri dan membuat Yura memerhatikannya bingung.
“Kau mau kemana ?”
“Ke perpustakaan sepertinya ada bahan bacaan yang baru, kau ingin ikut ?”Mendengar itu gadis bernama Yura menggelengkan kepalanya.
“Ada sesuatu yang harus aku kerjakan, kau pergi saja sendiri”Kata Yura seraya mengeluarkan beberapa buku dari tasnya dan langsung memulai menulis. Woo Na hanya mengangkat pundaknya dan langsung meninggalkan temannya itu.

Woo Na berjalan menyusuri lorong yang terlihat ramai. Gadis itu memasuki perpustakaan yang disambut oleh penjaga perpustakaan yang juga temannya. Woo Na langsung saja mondar – mandir dengan pandangan yang tak putus dari rak buku besar disebelah kanan dan kirinya.


Gadis itu tersenyum melihat buku yang ia cari berada diatas kepalanya. Ia mencoba meraih buku itu tapi letak buku itu terlalu tinggi dengan tinggi tubuhnya. Berjinjit dan sesekali melompat tetap saja sia – sia untuknya, ketika Woo Na mencoba berjinjit untuk kesekian kalinya tiba – tiba ia kehilangan keseimbangan.

Ia langsung menutup matanya rapat – rapat dan ketika Woo Na merasa badannya sangat dekat dengan lantai tapi tiba – tiba saja ada sepasang tangan yang menahan tubuhnya yang hampir saja menyentuh lantai.
Merasa kalau tubuhnya sudah aman dari kerasnya lantai perpustakaan itu, Woo Na membuka matanya perlahan dan iris coklatnya melihat seseorang menahan tubuhnya dan ternyata itu adalah Kyuhyun. Wajahnya dengan seseorang dihadapannya sangat dekat membuat Woo Na membeku ditempat.

“Kau baik – baik saja ?”Tanya Kyuhyun yang langung membantu Woo Na berdiri.

“Iya, aku baik – baik saja. Terima kasih sudah menolongku dan maaf kalau aku merepotkanmu 2 kali dalam 1 hari ini”Kata Woo Na dengan menunduk.

Tangan Kyuhyun mengusap puncak kepala Woo Na dengan lembut yang membuat gadis itu semakin menunduk. Tiba – tiba saja Kyuhyun tertawa yang membuat Woo Na mengangkat kepalanya dan menatap Kyuhyun bingung.


Kyuhyun melihat keatas rak buku dan meraih buku yang ingin diraih oleh Woo Na tapi sayangnya gagal.


“Lain kali hati – hati ya, lebih baik pakai kursi untuk meraihnya”Kata Kyuhyun seraya memberikan buku tadi.

Woo Na mengambil buku itu dengan canggung dan langsung melihat kearah Kyuhyun yang tengah tersenyum sangat ramah padanya.
“Terima kasih Kyuhyun”
“Sama – sama, ngomong – ngomong bagaimana kau tau namaku ?”Tanya Kyuhyun yang membuat pipi Woo Na memanas
“Hanya sering dengar namamu saja”Mendengar itu Kyuhyun langsung tertawa kecil.
“Kalau begitu siapa namamu ?”
“Kim Woo Na, tapi kau bisa memanggilku Woo Na”
“Nama yang cantik, Woo Na” Wajah Woo Na langsung memerah mendengar apa yang Kyuhyun katakan. Tiba – tiba saja Kyuhyun melihat jam tangan yang ia kenakan dan langsung tersontak kaget.
“Sepertinya aku harus pergi sekarang, sampai ketemu lagi Woo Na"
“Kyuhyun, terima ka-“Sebelum Woo Na menyelesaikan kata – katanya, Kyuhyun sudah berlari meninggalkannya dengan wajah memerah.
“Tadi itu apa ya..”Katanya pada diri sendiri seraya menutupi wajahnya. Reading
~ To Be Continue ~

By My Side







Author : Jung Mi Na
Editor :  Kim Woo Na
Title   : By My Side (Prolog)
Genre : Shool Life
Main Cast
: Kim Woo Na (OC), Cho Kyuhyun
Happy Reading ^^
~•°•~
Seperti biasanya Kim Woo Na atau yang lebih akrab di sapa Woo Na, bangun pagi dengan perasaan semangat. Tidak heran kenapa setiap bangun pagi ia selalu semangat, karna untuk gadis berprestasi sepertinya, pasti ada banyak hal disekolah yang membuatnya selalu bersemangat ditambah lagi Woo Na termasuk dalam kategori wanita cantik di Nansan Art High School.
Tapi sangat aneh untuk gadis sepertinya tidak memiliki kekasih. Padahal apa yang kurang darinya ? dia cantik, pintar, ramah. Lelaki manapun juga tidak akan menolak, tapi mungkin karna dia malas untuk berurusan dengan seorang pria mungkin dan juga karna sebagian besar temannya adalah wanita. Dia menghela nafas beratnya dan langsung berdiri untuk bersiap sekolah.
Setelah semuanya beres, gadis itu menuruni tangga dan mendapati ibunya yang sedang memasak dan ayahnya yang sedang berkutat dengan korannya.

“Hai ibu”Sapa Woo Na dengan senyum yang hangat.
“Hai sayang, cepat habiskan sarapanmu dan berangkat. Kau akan terlambat”Reflek Woo Na melihat jam dinding yang berada disudut ruangan dan langsung tersontak kaget.
“Oh astaga!!! Pelajaran dimulai 10 menit lagi!!! Aku harus berangkat sekarang!!”Gadis itu langsung berlari meninggalkan ibunya yang berteriak memanggil namanya karna kotak bekal miliknya tidak ia bawa.
“Woo Na!! Kau melupakan kotak bekalmu!!!”
~•°•~
.
.
“Mati aku!! Jung-seonsaengnim akan membunuhku!!”Woo Na tidak henti – hentinya mengomel dan memerhatikan jam tangan yang ia kenakan. Pheww~ untung saja gerbang sekolah masih belum ditutup. Gadis itu terus berlari menyusuri koridor yang sudah sepi.
BRUK!!
Ketika ia berlari dan memerhatikan jam tangan yang ia kenakan secara bersamaan, tidak sengaja Woo Na menabrak seseorang yang membuat buku yang ia bawa berserakan dimana – mana dengan buku orang yang ia tabrak.
~TBC~

HTML